Brokohan: Sebuah Perayaan Kegembiraan yang Sederhana

2 Jun

Siang itu saya menemui Bu Juwariyah yang tengah mengetuk pintu depan rumah kami. Beliau mengundang Ibu saya untuk menghadiri Brokohan di rumah Mbok Suginem. Putri Mbok Suginem, Mbak Tutik (istri Pak Wawan), telah melahirkan anaknya yang ketiga pagi tadi. Undangan ini tanpa surat; langsung disampaikan secara gethok tular1. Bukan karena tidak ada kertas dan tinta, melainkan memang demikian adatnya. Di desa saya, undangan Brokohan disampaikan secara gethok tular1 dari rumah ke rumah oleh seorang utusan segera setelah persalinan terjadi.

 

Saya datang ke perayaan adat Brokohan tersebut sebagai wakil Ibu saya karena beliau tidak dapat hadir. Ini merupakan acara Brokohan yang pertama kali saya hadiri. Sejujurnya saya agak kaku dan tidak pédé2 karena saya adalah satu – satunya perempuan belum bersuami yang menghadiri Brokohan tersebut. Tetapi, gurauan ibu – ibu muda dan tua di sana membuat saya merasa nyaman dan ikut melebur dalam kebersamaan.

 

Brokohan berasal dari kata “barokah” atau “berkah”. Suatu perayaan adat yang biasa dilakukan masyarakat Jawa untuk menyambut kelahiran bayi. Perayaan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Maha Pencipta atas kelahiran sang bayi. Brokohan dilangsungkan dengan mengundang warga sekitar ke kediaman keluarga yang telah bertambah anggotanya. Warga yang datang adalah para perempuan, lebih khususnya para ibu. Tidak jarang ibu – ibu tersebut datang bersama anak – anak mereka yang masih kecil karena harus diasuh. Kami yang hadir mengenakan pakaian biasa dan tanpa riasan apa – apa. Penampilan yang seadanya untuk sebuah perayaan yang hangat dan sederhana. Penanaman ari – ari3, cerita tentang kelahiran sang bayi, pembagian berkat makanan, dan doa bersama merupakan kegiatan wajib dalam Brokohan.

 

Setelah ari – ari3 sang bayi ditanam di dekat rumah dan diberi lampu, perbincangan mengenai ibu dan bayi mengalir santai dalam acara yang saya hadiri siang itu. Pada 27 Desember 2012, Mbak Tutik telah melahirkan seorang bayi perempuan di Rumah Sakit Tegal Yoso, Klaten. Proses persalinan berlangsung secara normal meskipun membutuhkan waktu yang agak lama. Mbak Tutik mengalami uwat kidang4. Hal ini sangat menyakitkan bagi seorang ibu yang akan melahirkan. Syukurlah karena persalinan berhasil selesai pada pukul 04.00 WIB. Bayi perempuan sepanjang 51 cm seberat 3,5 kg berhasil dilahirkan. Kondisi Mbak Tutik sudah stabil dan suaminya, Mas Wawan, tengah mendampinginya di Rumah Sakit saat peristiwa ini disampakan kepada kami. Itu semua merupakan cerita yang saya dengar dalam perbincangan saat Brokohan.

 

“Sumangga kita sedaya nyenyuwun wonten Ing Ngarsa Dalem kagem Bu Wawan ingkang nembe kemawon nglampahi perang sabil ing wekdal sakmenika…,” ajak Bu Juwariyah. Perbincangan ditutup dengan doa bersama untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas keselamatan persalinan dan untuk kesehatan ibu dan bayinya. Bu Juwariyah memimpin doa bersama. Lantunan doa beliau masih terngiang di telinga saya.

 

“Duh Rama ing Suwarga, kawula sadaya mengempal ing mriki perlu matur nuwun amargi saking keslametan ingkang Paduka paringaken dhumateng Bu Wawan lan putrinipun. Matur nuwun duh Gusti amargi Paduka kersa paring kabagyan dhumateng kulawarganipun Pak Wawan lantaran bayi ingkang Paduka titipaken dhumateng kulawarga menika. Kawula ugi sami nyuwun kagem Bu Wawan, paringana kasarasan kagem piyambakipun ugi kagem bayinipun supados tansah saras. Kawula ugi nyenyuwun kagem ibu – ibu mudha, kulawarga – kulawarga ingkang dereng dipunparingi putra supados tansah nggadhahi manah ingkang tatag, sabar, ikhlas, lan enggal – enggal Paduka paringi putra.”

 

….

Sesaat kami yang hadir mbrebes mili5 ketika mendengar kalimat – kalimat doa lugas dan sederhana dari Bu Juwariyah yang Beliau panjatkan dengan suara bergetar. Dalam hati saya ikut menyebut nama kakak perempuan saya yang belum berputra, berharap Tuhan mengabulkan doa kami.

Pada akhir acara ada pembagian berkat makanan berupa sebungkus nasi lengkap dengan sayur trancam6, dua gelundung entho – entho7, gereh buntung8, sepotong kecil telur ayam rebus, kerupuk, dan peyek. Setiap orang membawa pulang satu bungkus berkat makanan tersebut. Hari itu saya telah mengalami satu kegembiraan yang dirayakan dan dibagikan secara khidmat dan sederhana.

makanan berkat brokohan

 ==============================================================================================

1Gethok tular: disampaikan dari mulut ke mulut.

2Pédé: percaya diri.

3Ari – ari: sebagian tali pusat yang terpotong.

4Uwat kidang: hambatan dalam persalinan karena adanya otot yang robek di dalam kandungan akibatnya terjadi pendarahan, sementara bukaan jalan bayi belum sempurna. Darah keluar setetes demi setetes (maaf) dari vagina.

5mbrebes mili: diam terharu dan meneteskan air mata.

6Sayur trancam: sayur-sayuran mentah misalnya kubis, kacang panjang, kecambah, seledri, dll. yang dirajang halus kemudian dicampur parutan kelapa muda dengan bumbu nuansa pedas.

7Entho – entho: campuran dari parutan singkong, parutan kelapa muda, dan beberapa rempah – rempah kemudian dibentuk bulatan kecil berdiameter 1,5 cm dan digoreng.

8Gereh buntung: ikan teri asin berukuran panjang 1 – 3 cm yang dibuang kepalanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

thejulajulijuliana

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

mbejijath

a legend of unpredictable stupid story

YOURDAN HERLAMBANG

Bila sedang rindu, saya akan menulis

kamesem

Luwes Stories

Chacha Mariditha

This is my fantasy world! I write what I want to write.

Sanna's Blog

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

MEEL

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

Robusta Effect

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

wordinstory

with a lot of words in this world, everyone can make a story

Catatan Perjalanan

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

Sam & Catatan Akhir Kuliah-nya

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

Segores Pena Phie

- catatan seorang perempuan angin -

Cerita Jemari

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

%d blogger menyukai ini: