Berburu Durian Menoreh

15 Mar

Februari Tiba. Target foya-foya fana Bulan Februari sudah ditentukan: berburu durian saat festival durian di Menoreh. Duren Dab… DUREN!!! Jalan jauh ditempuh, hujan tidak peduli, sing penting nduren.

Berawal dari info festival durian yang dimuat di FB Info Seni Jogja maka Titin, Dinda, Ester, Rena, Banu, Dhian, dan saya (Ian) bersama-sama touring menuju barat untuk berburu durian di daerah perbukitan Menoreh, tepatnya di Banjaroya. Event ini merupakan event kali ketiga yang digelar di desa wisata tersebut untuk memopulerkan potensi alamnya. Durian diobral dengan harga yang cukup terjangkau sehingga pengunjung dapat memborong durian sepuasnya.

Gambar

Gambar 1. Pemburu Duren (Kiri ke kanan: Ian, Dinda, Banu, rena, Dhian, Ester. Foto oleh Titin.)

Festival durian dan Slondok ini digelar di Rest Area Pasar Bendo, Banjaroya, Kalibawang pada tanggal 3 Februari 2013. Kami dari Jogja menuju barat melewati ring road, terminal Jombor, Kebon Agung, Seyegan, belok-belok, mampir rumah Om-nya Dhian, tanya-tanya, kemudian diantar oleh anak dari Om-nya Dhian sehingga kami sampai Pasar Bendo dengan selamat dan tidak tersesat.

Gambar

Gambar 2. Tempat Festival Durian dan Slondok, Rest Area Pasar Bendo, Banjaroya, Kalibawang

400Graphic1

Gambar 3. Obral Durian

Mendung menggantung saat kami sampai di tempat festival digelar. Sempat juga kami bertemu dengan Nora, salah satu teman seperguruan kami bersama “Mbem”nya. Eciyeh tenan😀. Setelah menclok sana menclok sini akhirnya kami memutuskan untuk membeli durian santapan yang pertama seharga Rp 25.000,-. Ukurannya cukup besar, kira-kira berdiameter 1 jengkal dan panjang 1,5 jengkal. Kami lahap durian pertama diiringi jatuhnya air hujan.

Perburuan berikutnya dilanjutkan. Tidak cocok harga maka pindah ke lain penjual. Jumlah durian yang kami beli ada 8 buah, total harga Rp 88.000,- dengan ukuran buah beragam dari kecil, agak besar, dan besar. Kondisi buah juga beragam, ada yang sedikit busuk dan ada yang bagus. Meskipun demikian, yang pasti kami cukup puas🙂

Bertolak dari Banjaroya sudah agak sore. Banyak jembatan bagus kami lewati. Salah satu jembatan yang membuat kami berhenti untuk berfoto adalah Jembatan Duwet, suatu jembatan gantung yang melintang di atas sungai di Banjarharjo. Lebar jembatan sekitar 2 langkah. Hanya pejalan kaki dan kendaraan roda dua saja yang diijinkan melintasi jembatan yang berumur lebih dari setengah abad ini. Di sekitar Jembatan Duwet juga banyak durian diobral.

Gambar

 Gambar 4. Jembatan Duwet (gambar atas kiri ke kanan: penghargaan Jembatan Duwet Warisan Budaya oleh Hamengkubuwono X tahun 2008, Air terjun kecil di pinggir sungai di bawah jembatan. Gambar bawah kiri ke kanan: Foto melintang jembatan Duwet, Pathok bangunan Djembatan Duwet 23 Juni 1960).

Kami sempatkan mampir lagi ke rumah Om-nya Dhian untuk sekedar bersilaturahmi dan berterima kasih atas petunjuknya. Setelah ngobrol ngibril dan beristirahat sejenak kemudian kami melanjutkan perjalanan pulang. Jogja kami tuju dengan menyusuri Selokan Mataram. Sore yang indah dengan jalur pulang yang indah, gerimis yang indah, dan perasaan yang indah (^^).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

thejulajulijuliana

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

mbejijath

a legend of unpredictable stupid story

YOURDAN HERLAMBANG

Bila sedang rindu, saya akan menulis

kamesem

Luwes Stories

Chacha Mariditha

This is my fantasy world! I write what I want to write.

Sanna's Blog

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

MEEL

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

Robusta Effect

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

wordinstory

with a lot of words in this world, everyone can make a story

Catatan Perjalanan

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

Sam & Catatan Akhir Kuliah-nya

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

Segores Pena Phie

- catatan seorang perempuan angin -

Cerita Jemari

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

%d blogger menyukai ini: