Katanya seram seram seru gitu.. mehehehe #KancaDolan

9 Sep

Apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar kata museum? Seram? Atau seru? Khusus untuk tempat yang satu ini, kita akan melihat keduanya (khusus buat saya pribadi loh ini). Saya memang selalu ada rasa takut atau bergidik lebih tepatnya dengan hal-hal yang berhubungan dengan pengawetan (utamanya yang menggunakan cairan berbahan kimia). Tetapi karna memang dari […]

melalui Seram – Seram Seru di Museum Biologi — thejulajulijuliana

Kartini of The Day

21 Apr

Namanya Maya. Septiana Puspa Maya. Dia perempuan. Suka anak-anak. Cinta keluarga. Partner super. Kakak baik.

Septiana Puspa Maya

Belajar

Aku heran setiap kali para bocah tani itu datang, pasti bisa cekikikan sama kamu. Kemudian September tahun lalu.. kamu nari-nari pake sayap burung dari kardus sama mereka di nol kilometer. PeDe banget. Amplop nomer wahid itu kalo bukan sama kamu, nggak yakin deh bisa keambil. Mehehehehe. Itu festival yang membuatku enggan beranjak ke ujung timur Pulau Jawa. Satu kesempatan yang memungkinkanku mengalami momen sebagai p e l a k u   b u d a y a – salah satu wishlist-ku. Festival Museum 2015. Festival terbaik yang pernah ada.

Septiana Puspa Maya Scholastika Firnania Ariani

Euforia. Foto oleh Gery.

Kamu.. yang udah bisa ngurusin Ria kayak anak sendiri.. yang ikut acara ini itu-nya Pemuda, PAUD, dan MDAA, tapi masih bisa ubyung sana ubyung sini sama sepupu-sepupu.. kecipak kecipuk di kolam sama adek-adek.. dan dengan asiknya ngajakin simbah pergi ke Mall. Bisa, ya.. Cerita-ceritamu tentang piknik bareng keluarga itu manis. Jogja Air Show 2015. Aku nggak bakal lupa. Aku juga mau ngajakin piknik keluarga besok kalo udah nikah dan punya anak. Amin.

Aku kagum sama Bapak dan ibumu yang acap kamu ceritakan itu.. yang ringan hidupnya dan yang mesra satu sama lain. Kebun di emperan rumahmu itu keren banget! Terimakasih sudah mempertemukanku dengan the real urban farmer: Bapakmu.

Kita nggak bakal lupa, bukan? Pas naik turun bukit berangkat ke Segoroyoso, ngotong-ngotong geber pake matic. Ya awoh itu astaga banget. Pernah juga sore-sore ke sana, ambil alat penembak cahaya. Tapi akhirnya nggak kepake. Wgwgwgwg. Tapi kita hepi-hepi aja. Mides mamik suradi kesampean.

Ngecipris sama kamu itu asik. Ngomongin lipstik sama warna baju. Kalo cerita ke kamu selalu dapet solusi. Kamu itu mbikin aku kuat hati kuat pikiran kuat kepribadian kuat kemauan. Eh Mbak, senja terbaikku saat aku baca Sunset Bersama Rossie.

Septiana Puspa Maya Scholastika Firnania Ariani

Pertemuan Akhir Tahun. Foto oleh Gery.

Terima kasih buat pengalaman, pelajaran, dan percakapan-percakapan yang lalu. Kamu itu, kayak Kartini. Menginspirasi.

Goa Tetes

27 Okt

Sebutannya Goa tetes. Merupakan rongga-rongga tebing bertirai air terjun. Tebingnya menjulang. Goanya banyak, berongga besar dan kecil, berstalagtit dan berstalagmit, dan terletak di tempat yang agak tinggi dan sulit diraih. Bukan berarti tidak teraih, karena batuan yang menyusun merupakan endapan kapur sehingga tidak licin meskipun basah. Terjunan airnya juga banyak. Di sekitar terjunan ada bermacam pohon dan rerumpunan kali yang tetap hijau meski musim kemarau. Airnya memang melimpah. Bening pula. Banyak serangga air beterbangan, berkecimpungan, berkeliaran di permukaan aliran, menandakan air yang berarak turun menerjun kemudian mengalir itu masih asri. Sekali saya pernah ke sana pada awal Oktober tahun ini dan memang begitulah adanya. Semoga selamanya tetap demikian meski tiba masa ketika obyek wisata yang menawan ini semakin kondang, semakin mudah diakses, dan semakin diminati pengunjung.

goa tetes

Kenampakan Goa Tetes dari Jalan Setapak

Lokasi Goa Tetes di Dusun Krajan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang. Apabila kamu berangkat dari Malang, obyek wisata ini dapat dicapai dengan bermotor selama 1 jam dari Turen. Dapat pula dicapai dengan naik bus jurusan Gadang (Malang) – Lumajang kemudian turun dekat Gapura Goa tetes dengan tarif sebesar saya-belum-tau :p. Mungkin sekitar Rp 10.000 – Rp 20.000. Tarif parkir kendaraan Rp 4.000. Tarif tiket masuk pengunjung Rp 3.000. Tarif kencing, boker, dan mandi standar lah, satu ribu sampai tiga ribu.

karcis

 Tiket Masuk Pengunjung

Pengunjung mulai jalan kaki dari tempat parkir/ loket menuju mulut goa selama 45 menit (jalan santai). Memang agak lama karena jarak tempuh sedikitnya 1 km sehingga dianjurkan untuk membawa minum dan snack. Ada sih warung kecil yang menjajakan snack dan minum di pinggir lintasan jalan, tapi hanya beroperasi pada hari libur saja. Jalan yang dilintasi berupa makadam kemudian disambung jalan setapak berupa tanah yang menurun. Dibangun tangga berundak pada turunan agak curam untuk memudahkan pengunjung melintas. Jalan tanah tersebut agak licin ketika basah. Adanya tangga berundak dengan pegangannya sangat membantu.

???????????????????????????????

Jalan Makadam

???????????????????????????????

 Tangga Berundak

???????????????????????????????

Terik Matahari di Atap Warung

warung

Kursi Warung yang Tidak Beroperasi Kami Gunakan untuk Leyeh-leyeh

Bawalah baju ganti. Sebab, setibanya di aliran, kamu yang pengunjung tidak akan tahan untuk mendiamkan diri tanpa menyentuh air. Dan sekali menyentuh, kamu akan menelusur, naik-naik ke atasan batuan kapur, mendekati kolam-kolam kecil dan terjunan-terjunan kecil, kemudan basah. Persis seperti yang saya pernah lakukan. Hihi… Saya pribadi sangat menikmati wisata alam ini. Rongga-rongga bertirai air terjun ini sangat mudah dirindukan :))

???????????????????????????????

Tirai Air

???????????????????????????????

Capung Biru

???????????????????????????????

Terjunan Air

???????????????????????????????

Goa Bertirai Air Terjun

P.S.:

Terima kasih buat Dinda, cewek Turen yang pemberani yang membawa saya sampai ke tempat sekeren Goa Tetes.

30 Kuliner Tradisional Indonesia

3 Agu

Bangga. Banyak masakan Yogyakarta yang masuk di tiga puluh kuliner tradisional Indonesia😀

Tapi, masakan dari Indonesia Timur kok tidak di-ekspose ya? contohnya papeda dengan ikan kuah kuningnya………….

Berikut ini ketigapuluh daftarnya:

1. Tumpeng
2. Ayam Panggang Bumbu Rujak Yogyakarta
3. Gado-gado Jakarta
4. Nasi Goreng Kampung
5. Serabi Bandung
6. Sarikayo Minangkabau
7. Es Dawet Ayu Banjarnegara
8. Urap Sayuran Yogyakarta
9. Sayur Nangka Kapau
10. Lumpia Semarang
11. Nagasari Yogyakarta
12. Kue Lumpur Jakarta
13. Soto Ayam Lamongan
14. Rawon Surabaya
15. Asinan Jakarta
16. Sate Ayam Madura
17. Sate Maranggi Purwokerto
18. Klappertart Manado
19. Tahu Telur Surabaya
20. Sate Lilit Bali
21. Rendang Padang
22. Orak Arik Buncis Solo
23. Pindang Patin Palembang
24. Nasi Liwet Solo
25. Es Bir Pletok Jakarta
26. Kolak Pisang Ubi Bandung
27. Ayam Goreng Lengkuas Bandung
28. Laksa Bandung
29. Kunyit Asam Solo
30. Asam Padeh Tongkol Padang

Bakso Favorit: Bakso Lombok Uleg Pak Di

3 Agu

bakso lombok uleg

Bakso Lombok Uleg Pak Di

(Sumber: http://kabtemanggung.com/wp-content/uploads/2010/08/logo-BLU1.jpg)

Waini… warung yang selalu bisa memuaskan kerinduan saya terhadap seporsi bakso: Warung Bakso Lombok Uleg Pak Di. Cabang warung bakso lombok uleg Pak Di yang selalu saya kunjungi ada di Jl. Kaliurang km 6,2 No.50 (depan mirota Pasaraya Kentungan). Beberapa cabang lainnya dari bakso lombok uleg Pak Di yang saya ketahui ada di Jl. Moses (dekat kampus Sanatadharma, Mrican); Jl. Godean km 4 Sumberan, Kasihan, Bantul; Jl. Nusa Indah 2 No.44, Condong Catur, Sleman; dan Jl. Bantul No. 64A, Yogyakarta.

bakso lombok uleg pak di jakal

Peta Bakso Lombok Uleg Pak Di Cabang Jl Kaliurang (Photo Edit by Ian)

Saat itu tahun 2009, selepas praktikum mandiri Dasar-dasar Ekologi, untuk kali pertama saya menyicipi bakso yang konon merupakan khas Temanggung. Bersama dua orang teman lain, kami diajak oleh Marisa untuk makan bakso favoritnya: Bakso Lombok Uleg Pak Di. Saya langsung jatuh hati kemudian berkali-kali kembali menyicipi karena rasanya memang enak dan penyajiannya berbeda dari bakso-bakso yang pernah saya cicipi sebelumnya.

Dalam satu mangkok bakso komplit ada empat gelinding bakso, beberapa potong ketupat, beberapa potong tahu, cabe rawit hijau yang diuleg langsung di mangkok pesanan (boleh request jumlah cabai), kuah bakso, brambang goreng, dan seledri. Baksonya enak dan kenyal, kuah pedasnya seger, ketupatnya yang pengganti mie cukup mengenyangkan, tahunya yang tahu bakso rasanya enak, tambahan seledri dan brambang goreng menambah aroma sedap dan nikmat.

Menu lain yang ditawarkan ada bakso kupat, bakso tahu, dan bakso kuah. Semua menu bakso seharga Rp 8.000,- Minum yang disediakan ada Jeruk (es/panas) Rp 2.500,-; teh (es/panas) Rp 2.000,-; dan beberapa minuman botol (Nestea, Frestea, Fruitea, Sosro, Cola, Fanta, Sprite, Aqua) seharga Rp3.000,-. Krupuk hanya Rp 500,- saja. Info harga ini per Agustus 2013.

Bakso Lombok Uleg Pak Di, rekomendasi yang patut dicicipi🙂

Sambel Tumpang/ Lethok: Kudapan Ekstrim dari Solo

28 Jul

sambel tumpang lethok solo tempe semangit busuk Gambar 1. Seporsi Sambel Tumpang/ Lethok

Sebutannya sambel Tumpang atau sambel Lethok. Berbahan utama tempe. Merupakan makanan khas Solo. Saya sudah sering memakan masakan tersebut sejak kecil. Ibu saya yang orang Solo sering membuatnya di rumah. Rasanya pedas-gurih. Sambel tumpang yang kaya protein nabati biasa disantap bersama sayuran rebus atau lalap yang tinggi vitamin dan serat. Benar-benar nikmat dan sehat. Dan juga ekstrim. Mengapa ekstrim?

Jadi begini, meskipun nikmat, tidak jarang orang enggan memakan kudapan tersebut sebab pembuatannya mengikutsertakan tempe busuk. Karena image dari busuk adalah bau, menjijikkan, dan belatungan, maka banyak orang merasa jijik bahkan hanya dengan membayangkannya saja. Tetapi, sesungguhnya tempe busuk yang dimaksud untuk bahan sambel Tumpang adalah tempe yang warnanya gelap dan aroma semangitnya sangat kuat sebab tempe disimpan dalam jangka waktu yang lama. Kadang memang ditemui ada belatung di tempe busuk. Tempe busuk yang berbelatung seperti itu (oleh ibu saya) tidak diambil menjadi bahan. Tempe yang warnanya gelap, beraroma sangit sangat kuat, kering, dan tidak ada belatung lah yang digunakan sebagai bahan sambel Tumpang (oleh ibu saya). Tapi, kalau di lain belahan tanah Jawa ada orang lain yang memasak sambel Tumpang menggunakan tempe yang busuk dalam arti harafiah kemudian memakannya, bisa disebut itu asli ekstrim.

Apa fungsi dari tempe busuk sehingga digunakan sebagai campuran bumbu dalam masakan? Bau semangit dari tempe busuk dapat memantapkan nikmat aroma masakan sehingga menambah lahap orang saat makan. Orang-orang Jawa terdahulu percaya  bahwa selain temulawak, tempe busuk juga dapat meningkatkan nafsu makan. Apabila ada anak kecil susah makan maka orang tua akan mengambil beberapa tempe busuk kemudian dibakar, ditumbuk, dan dicampurkan dengan nasi hangat sebagai obat peningkat nafsu makan. Campuran tersebut disuapkan ke anak-anak yang susah makan dengan harapan nafsu makan anak-anak mereka meningkat.

Meskipun demikian, penambahan tempe busuk dalam sambel Tumpang dibatasi supaya rasa sambel Tumpang tidak pahit. Bahan tempe yang mendominasi untuk sambel Tumpang adalah tempe yang masih berwarna putih bersih namun sudah mengeluarkan aroma semangit. Selain tempe, sering pula diikutsertakan tahu dan telur rebus. Dapat digunakan tahu putih, tahu magel, atau tahu plempung. Telur yang digunakan dapat telur ayam, telur menthok, telur bebek, atau telur gemak.

Bumbu lain tentu juga mengayakan rasa olahan sambel Tumpang. Setidaknya ada dua belas bumbu yang digunakan, antara lain bawang merah, bawang putih, daun jeruk purut, santan kelapa, gula jawa, kencur, daun salam, cabai keriting, cabai rawit, garam, lengkuas, dan kemiri. Cara membuat sambel Tumpang akan segera saya upload dalam blog ini.

sambel lethok solo tempe semangitGambar 2. Sambel Tumpang/ Lethok

Sayuran yang digunakan sebagai pelengkap sambel Tumpang bisa jadi sayuran apapun yang disukai. Dalam gambar di bawah ini saya mempunyai buncis, wortel, kacang panjang, daun kenikir, daun lung (daun ketela rambat/ ubi), dan jipang (labu siam) yang direbus. Juga ada lalap kenikir dan tomat.

sayuran rebus lalap untuk sambel tumpang lethok soloGambar 3. Berbagai Macam Sayuran Rebus dan Lalapan

Atau kalian dapat menggunakan sayuran lain, apapun yang dapat kalian sebutkan. Bisa jadi sawi hijau, sawi putih, pakcoy atau sawi sendok, kecipir, bayam, daun singkong, kangkung, daun mbayung (daun kacang panjang), atau kecambah. Sayuran pahit (seperti kesukaan ibu saya) misalnya daun pepaya dan bunga turi rebus juga bisa digunakan apabila kalian mau. Lalap timun, kubis, leuncak, selada kriting, dan terong ranti (terong lalap) yang segar juga enak. Namun saya tidak sarankan pare, gambas (oyong/ trѐmѐs), dan terong panjang baik ungu maupun hijau karena saya tidak suka mereka.

Donat Waluh iaNita

26 Jul

Plantagama, 25 Juli 2013

Resep diperoleh dari tutorial youtube. Terima kasih kepada chef Budi dan setiap orang yang menunggu donat kami dengan sabar. Kemudian inilah hasilnya. Donat waluh dengan tiga variasi topping: mayo-keju, mayo-abon, mayo-gula pasir. The donuts carry our heart.

donat labu kuning waluh kabocha manisa

Donat Waluh/ Labu Kuning/ Kabocha/ Manisa

With love,

Ian & Nita

Teh Paling Nikmat

1 Jul

Teh paling nikmat adalah teh yang diseduh dengan air mendidih. Ya, air mendidih adalah kuncinya. Karenanya daun-daun teh kering tenggelam ke dasar cangkir dan batang teh terapung di permukaan. Karenanya air teh sewarna dengan senja dan dapat disaksikan degradasi kuning, oranye, hingga merah bata. Karenanya gula pasir dapat terlarut sempurna dan tidak ada beda rasa antara dasar dan permukaan. Karenanya aroma teh akan menyeruak ke atas bersama uap-uap hangat saat tutup cangkir dibuka. Karenanya kita belajar sabar menunggu hingga suhu minuman teh mendingin, hingga panasnya tidak akan melanaskan lidah maupun bibir, hingga dapat dirasai nikmatnya menyesap teh tubruk dalam cangkir.

teh tubrukTeh Tubruk

Komposisi:

2 sdm gula pasir

1 sdm teh

200 cc air mendidih

Chiffon Cake

19 Jun

Judul Buku         : Chiffon Cake

Penulis                 : Karina Ayu Pradita

Penerbit              : Media Pressindo

Tebal Buku         : 284 halaman

Tahun Terbit     : 2013

Chiffon Cake foto NovelGambar Novel Chiffon Cake

 

Banyak sekali novel-novel mengisahkan cerita cinta, Chiffon Cake adalah salah satunya. Yang membuat novel ini berbeda dari novel yang lainnya adalah kisah cintanya dibalut dengan berbagai ulasan cake and pastry.

Tokoh utamanya, Ayesha, adalah seorang chef perempuan yang bekerja di sebuah toko kue. Cinta segi banyak dialami oleh Ayesha. Rizky, lelaki yang sudah dua tahun menjalin hubungan dengan Ayesha. Rey, fotografer muda, adalah teman masa SMA Ayesha yang juga memendam perasaan padanya sejak mereka masih berseragam sama. Kafka, seorang pengusaha sukses yang mencintai Ayesha sejak pandangan pertama. Empat hati dipertemukan dalam satu masa. Semacam takdir. Membuat Ayesha harus bijak dalam mengenali asal rusuknya. Namun, dengan bantuan sahabat, Ayesha dapat memahami tafsir cinta dan merasai kebahagiaan.

Gaya penuturannya melancholy romantic. Imajinasi penulis yang ia bahasakan dalam novel Chiffon Cake membuat pembaca terbawa suasana. Kalimat-kalimat manis dan bermakna dalam yang sengaja dicetak miring, serta beberapa sisipan syair lagu menguatkan unsur romance dalam novel. Detail deskripsi setting tempat, citarasa kue, dan gambaran perasaan masing-masing tokoh membuat pembaca dengan mudah mengimajinasikan isi cerita.

Setiap bab yang dijudulkan dengan nama-nama kue juga membuat novel ini terkesan unik. Ulasan mengenai kue-kue dalam novel merupakan bonus khusus bagi para pecinta cake and pastry. Sayangnya, tidak semua kue yang menjadi judul bab selaras menggambarkan fokus cerita dalam bab. Beberapa bab seperti menyuguhkan dua lini cerita yang tidak saling menguatkan, ulasan kue disamping cerita romansa.

Lepas dari semua itu, mengikuti kisah cinta Ayesha akan membuat pembaca penasaran. Sifat tokoh utama yang feminis, optimis, idealis, dan independen membuat jalan pikirannya sulit ditebak. Hati manakah yang akan dipilih Ayesha?

Brokohan: Sebuah Perayaan Kegembiraan yang Sederhana

2 Jun

Siang itu saya menemui Bu Juwariyah yang tengah mengetuk pintu depan rumah kami. Beliau mengundang Ibu saya untuk menghadiri Brokohan di rumah Mbok Suginem. Putri Mbok Suginem, Mbak Tutik (istri Pak Wawan), telah melahirkan anaknya yang ketiga pagi tadi. Undangan ini tanpa surat; langsung disampaikan secara gethok tular1. Bukan karena tidak ada kertas dan tinta, melainkan memang demikian adatnya. Di desa saya, undangan Brokohan disampaikan secara gethok tular1 dari rumah ke rumah oleh seorang utusan segera setelah persalinan terjadi.

 

Saya datang ke perayaan adat Brokohan tersebut sebagai wakil Ibu saya karena beliau tidak dapat hadir. Ini merupakan acara Brokohan yang pertama kali saya hadiri. Sejujurnya saya agak kaku dan tidak pédé2 karena saya adalah satu – satunya perempuan belum bersuami yang menghadiri Brokohan tersebut. Tetapi, gurauan ibu – ibu muda dan tua di sana membuat saya merasa nyaman dan ikut melebur dalam kebersamaan.

 

Brokohan berasal dari kata “barokah” atau “berkah”. Suatu perayaan adat yang biasa dilakukan masyarakat Jawa untuk menyambut kelahiran bayi. Perayaan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Maha Pencipta atas kelahiran sang bayi. Brokohan dilangsungkan dengan mengundang warga sekitar ke kediaman keluarga yang telah bertambah anggotanya. Warga yang datang adalah para perempuan, lebih khususnya para ibu. Tidak jarang ibu – ibu tersebut datang bersama anak – anak mereka yang masih kecil karena harus diasuh. Kami yang hadir mengenakan pakaian biasa dan tanpa riasan apa – apa. Penampilan yang seadanya untuk sebuah perayaan yang hangat dan sederhana. Penanaman ari – ari3, cerita tentang kelahiran sang bayi, pembagian berkat makanan, dan doa bersama merupakan kegiatan wajib dalam Brokohan.

 

Setelah ari – ari3 sang bayi ditanam di dekat rumah dan diberi lampu, perbincangan mengenai ibu dan bayi mengalir santai dalam acara yang saya hadiri siang itu. Pada 27 Desember 2012, Mbak Tutik telah melahirkan seorang bayi perempuan di Rumah Sakit Tegal Yoso, Klaten. Proses persalinan berlangsung secara normal meskipun membutuhkan waktu yang agak lama. Mbak Tutik mengalami uwat kidang4. Hal ini sangat menyakitkan bagi seorang ibu yang akan melahirkan. Syukurlah karena persalinan berhasil selesai pada pukul 04.00 WIB. Bayi perempuan sepanjang 51 cm seberat 3,5 kg berhasil dilahirkan. Kondisi Mbak Tutik sudah stabil dan suaminya, Mas Wawan, tengah mendampinginya di Rumah Sakit saat peristiwa ini disampakan kepada kami. Itu semua merupakan cerita yang saya dengar dalam perbincangan saat Brokohan.

 

“Sumangga kita sedaya nyenyuwun wonten Ing Ngarsa Dalem kagem Bu Wawan ingkang nembe kemawon nglampahi perang sabil ing wekdal sakmenika…,” ajak Bu Juwariyah. Perbincangan ditutup dengan doa bersama untuk memanjatkan puji syukur kepada Tuhan atas keselamatan persalinan dan untuk kesehatan ibu dan bayinya. Bu Juwariyah memimpin doa bersama. Lantunan doa beliau masih terngiang di telinga saya.

 

“Duh Rama ing Suwarga, kawula sadaya mengempal ing mriki perlu matur nuwun amargi saking keslametan ingkang Paduka paringaken dhumateng Bu Wawan lan putrinipun. Matur nuwun duh Gusti amargi Paduka kersa paring kabagyan dhumateng kulawarganipun Pak Wawan lantaran bayi ingkang Paduka titipaken dhumateng kulawarga menika. Kawula ugi sami nyuwun kagem Bu Wawan, paringana kasarasan kagem piyambakipun ugi kagem bayinipun supados tansah saras. Kawula ugi nyenyuwun kagem ibu – ibu mudha, kulawarga – kulawarga ingkang dereng dipunparingi putra supados tansah nggadhahi manah ingkang tatag, sabar, ikhlas, lan enggal – enggal Paduka paringi putra.”

 

….

Sesaat kami yang hadir mbrebes mili5 ketika mendengar kalimat – kalimat doa lugas dan sederhana dari Bu Juwariyah yang Beliau panjatkan dengan suara bergetar. Dalam hati saya ikut menyebut nama kakak perempuan saya yang belum berputra, berharap Tuhan mengabulkan doa kami.

Pada akhir acara ada pembagian berkat makanan berupa sebungkus nasi lengkap dengan sayur trancam6, dua gelundung entho – entho7, gereh buntung8, sepotong kecil telur ayam rebus, kerupuk, dan peyek. Setiap orang membawa pulang satu bungkus berkat makanan tersebut. Hari itu saya telah mengalami satu kegembiraan yang dirayakan dan dibagikan secara khidmat dan sederhana.

makanan berkat brokohan

 ==============================================================================================

1Gethok tular: disampaikan dari mulut ke mulut.

2Pédé: percaya diri.

3Ari – ari: sebagian tali pusat yang terpotong.

4Uwat kidang: hambatan dalam persalinan karena adanya otot yang robek di dalam kandungan akibatnya terjadi pendarahan, sementara bukaan jalan bayi belum sempurna. Darah keluar setetes demi setetes (maaf) dari vagina.

5mbrebes mili: diam terharu dan meneteskan air mata.

6Sayur trancam: sayur-sayuran mentah misalnya kubis, kacang panjang, kecambah, seledri, dll. yang dirajang halus kemudian dicampur parutan kelapa muda dengan bumbu nuansa pedas.

7Entho – entho: campuran dari parutan singkong, parutan kelapa muda, dan beberapa rempah – rempah kemudian dibentuk bulatan kecil berdiameter 1,5 cm dan digoreng.

8Gereh buntung: ikan teri asin berukuran panjang 1 – 3 cm yang dibuang kepalanya.

thejulajulijuliana

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

mbejijath

a legend of unpredictable stupid story

YOURDAN HERLAMBANG

Bila sedang rindu, saya akan menulis

kamesem

Luwes Stories

Chacha Mariditha

This is my fantasy world! I write what I want to write.

Sanna's Blog

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

MEEL

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

Robusta Effect

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

krokettahu

menyelesaikan masalah dengan masalah

wordinstory

with a lot of words in this world, everyone can make a story

Catatan Perjalanan

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

Sam & Catatan Akhir Kuliah-nya

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.

Segores Pena Phie

- catatan seorang perempuan angin -

Cerita Jemari

Semua... Segala.... Yang saya pikirkan, rasakan, alami, ketahui, dan cita-citakan tertulis di sini.